Ad 468 X 60

2016-05-05

PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA TERHADAP SIKAP KEAGAMAAN SISWA



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan kejiwaan seseorang adalah sebuah bentuk kewajaran dan pasti terjadi dalam diri seseorang. Oleh karena itu pendidikan merupakan suatu keniscayaan dalam mengarahkan proses perkembangan kejiwaan. Terlebih lagi dalam lembaga pendidikan Islam, tentu akan mempengaruhi bagi pembentukan jiwa keagamaan. Jiwa keagamaan ini perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini.
Menurut Quraish Shihab, tujuan pendidikan al Qur`an (Islam) adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba dan khalifah-Nya, guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah. Atau dengan kata yang lebih singkat dan sering digunakan oleh al Qur`an, untuk bertaqwa kepada-Nya[1]. Dengan demikian pendidikan harus mampu membina, mengarahkan dan melatih potensi jasmani, jiwa, akal dan fisik manusia seoptimal mungkin agar dapat melaksanakan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi.
Oval: 1Pendidikan agama memang mempunyai peranan yang sangat penting bagi manusia, oleh karena itu pendidikan agama islam adalah sebuah upaya nyata yang akan mengantarkan umat islam kepada perkembangan rasa agama. Umat islam akan lebih memahami dan terinternalisasi esensi rasa agama itu sendiri. Pertama yaitu rasa bertuhan; rasa bertuhan ini meliputi merasa ada sesuatu yang maha besar yang berkuasa atas dirinya dan alam semesta, ada rasa ikatan dengan sesuatu tersebut, rasa dekat, rasa rindu, rasa kagum dan lain-lain. Kedua yaitu rasa taat; rasa taat ini meliputi ada rasa ingin mengarahkan diri pada kehendak-Nya dan ada rasa ingin mengikuti aturan-aturan-Nya.
Ali Ashraf mengemukakan bahwa pendidikan agama Islam seharusnya bertujuan menimbulkan pertumbuhan yang seimbang dari kepribadian total manusia melalui latihan spiritual, intelek, rasional diri, perasaan dan  kepekaan tubuh manusia. Karena itu pendidikan seharusnya membukakan jalan bagi pertumbuhan manusia dalam segala aspek spiritual, intelektual, imajinatif, fisikal, ilmiah, linguistik, baik secara individual maupun secara kolektif dan memotivasi semua aspek untuk mencapai kebaikan dan kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan Muslim adalah perwujudan penyerahan mutlak kepada Allah, pada tingkat individual, masyarakat dan kemanusiaan pada umumnya.[2]

Mahmud Yunus mengatakan bahwa tujuan pendidikan agama adalah mendidik anak-anak, pemuda-pemudi maupun orang dewasa supaya menjadi seorang muslim sejati, beriman teguh, beramal saleh dan berakhlak mulia, sehingga ia  menjadi salah seorang masyarakat yang sanggup hidup di atas kakinya sendiri, mengabdi kepada Allah dan berbakti kepada bangsa dan tanah airnya, bahkan sesame umat manusia.[3] 15
Pendidikan agama adalah bentuk pendidikan nilai, karena itu maksimal dan tidaknya pendidikan agama tergantung dari faktor yang dapat memotivasi untuk memahami nilai agama. Semakin suasana pendidikan agama membuat betah maka perkembangan jiwa keagamaan akan dapat tumbuh dengan optimal. Jiwa keagamaan ini akan tumbuh bersama dengan suasana lingkungan sekitarnya. Apabila jiwa keagamaan telah tumbuh maka akan terbentuk sikap keagamaan yang termanifestasikan dalam kehidupan sehari-harinya.
Keluarga sebagai tempat pendidikan pertama dalam proses perkembangan rasa agama setiap individu. Kedekatan orang tua dengan anaknya menjadikan orang tua sebagai a significant person bagi anaknya. Semua perilaku keagamaan orang tua terserap oleh anak menjadi bahan identifikasi diri anak terhadap orang tuanya. Maka terjadilah proses imitasi perilaku, karena sekedar peniruan saja atau didiringi oleh keinginan untuk menjadi seperti orang tuanya. Karena proses imitasi yang terus menerus maka perilaku keagamaan orang tua terinternalisasi dalam diri anak dan mengkristal menjadi kata hati.[4]

Bertitik tolak dari hal tersebut penulis mencoba untuk mengadakan penelitian yang hasilnya akan dituangkan dalam skripsi yang berjudul: PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA  TERHADAP SIKAP KEAGAMAAN SISWA DI MI AL FATAH  KOTA MULYA KEC. SEMENDAWAI TIMUR  KAB. OKU TIMUR”. Dengan alasan sebagai berikut :

1.      Sepanjang pengetahuan peneliti, belum ada orang yang meneliti masalah tersebut.[5].
2.      Karena peneliti ingin mengetahui pengaruh  pendidikan agama dalam keluarga
3.      Karena Pembentukan sikap keagamaan anak di pengaruhi dari pendidikan agama di lingkungan keluarga.

B.    Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas yang membahas Pengaruh Pendidikan Agama Dalam Keluarga  Terhadap Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah  Kota Mulya Kec. Semendawai Timur  Kab. OKU Timur, dapat di identifikasi sebaai berikut :
1.      Kesadaran orang tua untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sedini mungkin, sehingga pendidikan agama anak terabaikan, akibatnya anak menjadi kaku dan asing dengan peraturan, kewajiban dan larangan agama sendiri.
2.      Pendidikan Agama dalam keluarga tentu akan mempengaruhi bagi pembentukan jiwa keagamaan.
3.      Keluarga sebagai tempat pendidikan pertama dalam proses perkembangan agama setiap individu
4.      Apabila jiwa keagamaan telah tumbuh maka akan terbentuk sikap keagamaan yang termanifestasikan dalam kehidupan sehari-harinya.
C. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Untuk mempermudah dalam penelitian dan pembahasan, maka penulis membatasi masalah hanya pada Pengaruh Pendidikan Agama Dalam Keluarga  Terhadap Sikap Keagamaan Siswa.
Batas waktu Penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti adalah pada semester II Tahun Pelajaran 2011-2012 yaitu bulan maret sampai dengan mei 2012.
Tempat dan Objek penelitiannya adalah sebagian orang tua dan seluruh siswa di MI Al Fatah  Kota Mulya Kec. Semendawai Timur  Kab. OKU Timur.
Namun guna memperjelas arah dan obyek penelitian, maka dibatasi hanya mengkaji pengaruh dua variabel bebas saja yaitu Pendidikan Agama Dalam Keluarga  dan  Sikap Keagamaan Siswa. Sedangkan fakta lainya yang tidak ada kaitanya penulis tidak mengungkapkan dan tidak membahasnya.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan di atas, maka yang menjadi topik permasalahan ini dapat dirumuskan sebagai berikut:    
a.   Bagaimana  Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah  Kota Mulya Kec. Semendawai Timur  Kab. OKU Timur
b.   Bagaimana  Pengaruh Pendidikan Agama Dalam Keluarga  Terhadap Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah  Kota Mulya Kec. Semendawai Timur  Kab. OKU Timur
D.    Tujuan Penelitian dan Signifikansi Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menggali informasi tentang Pengaruh Pendidikan Agama Dalam Keluarga  Terhadap Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah  Kota Mulya Kec. Semendawai Timur  Kab. OKU Timur.  yaitu sebagai berikut:
a.       Untuk mengetahui bagaimana Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah  Kota Mulya Kec. Semendawai Timur  Kab. OKU Timur
b.      Untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pendidikan Agama Dalam Keluarga  Terhadap Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah  Kota Mulya Kec. Semendawai Timur  Kab. OKU Timur.
2. Signifikasi Penelitian
Dari hasil penelitian, diharapkan nantinya dapat berguna, yaitu sebagai berikut:
a.       Secara Teoritik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Terutama ilmu manajemen pendidikan, khususnya dalam pengembangan pendidikan agama dalam keluarga yang mempengaruhi sikap keagamaan siswa di MI Al Fatah  Kota Mulya Kec. Semendawai Timur  Kab. OKU Timur.
b.      Sebagai masukan baik bagi dewan guru maupun bagi penentu kebijakan dalam pendidikan di Madrasah
c.       Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi sekaligus pedoman dalam  upaya meningkatkan mutu pendidikan pada proses belajar yang dialami siswa, baik seketika ia berada disekolah  maupun di lingkungan rumah atau keluarganya. Sehingga pencapaian tujuan pendidikan dalam segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan dapat diarahkan secara efektif untuk meningkatkan kualitas belajar
E.      Sistematika Penulisan
Dengan penelitian ini penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan Membahas Tentang Latar Belakang Masalah, Identifikasi, Pembatasan Dan Perumusan Masalah, Tujuan Dan Signifikasi Penelitian, Dan Sistematika Penulisan.
BAB II : Landasan Teori Penelitian, Membahas tentang : Deskripsi Teori, Kerangka Berfikir dan Hipotesis.
BAB III : Kerangka Metodologis membahas tentang : Metode Penelitian, Populasi, Sampel, Tehnik Penarikan Sampel, Instrumentasi Penelitian, Tehnik Pengumpulan data dan tehnik Analisis data.
BAB IV : Hasil Penelitian Membahas Tentang Deskripsi Daerah/Institusi, Deskripsi Karakteristik Responden, Penyajian Analisis Data Dan Interpretasi Hasil Penelitian.
BAB V : Penutup membahas tentang kesimpulan dan rekome


[1] Quraish Shihab, Membumikan al Qur`an, (Bandung: Mizan, 1992)S, cet. Ke-2, Hal. 173
[2] Ali Ashraf, Horison Baru Pendidikan Islam, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1993), cet. Ke-3, h. 2

[3] Mahmud Yunus, Metode Khusus Pendidikan Agama, (Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 1983), hal. 13
[4] D.P. Ausubel, Theory and Problem of Child Development (New York: Grune and Stone Inc., 1969). Hal. 381  
[5] Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. ( Jakarta :PT. Bina Askara, 1986 ). h.47

SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 komentar:

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Disini

2016-05-03

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah          
Salah satu persoalan pendidikan yang sedang dihadapi bangsa kita adalah persoalan mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan meningkatkan mutu manajemen sekolah. Namun demikian, Indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota, menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan.
1
 
Pendidikan merupakan usaha pembinaan kepribadian dan kemajuan manusia baik jasmani maupun rohani. Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Hasil pendidikan dianggap tinggi mutunya apabila kemampuannya baik dalam lembaga pendidikan yang lebih tinggi maupun dalam masyarakat. Dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional[1]. Disebutkan mengenai fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional sebagai berikut. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dengan demikian bidang pendidikan menduduki posisi penting untuk menuju perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Sehingga tujuan pendidikan nasional di atas akan dapat tercapai apabila ada tanggung jawab dari semua pihak, baik murid, orang tua, guru, pemerintah, lembaga pendidikan (sekolah) serta masyarakat. Sehingga pendidikan bukan hanya tanggung jawab dari salah satu pihak saja melainkan semua pihak juga harus terlibat. Begitu juga dengan pemerintah Indonesia, pembangunan di bidang pendidikan juga selalu ditingkatkan.
Usaha mencerdaskan kehidupan bangsa di Indonesia, secara operasional pelaksanaannya diatur dalam pasal 31 ayat,4 UUD 1945  yang berbunyi sebagai berikut: Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.[2]

Peraturan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia benar-benar memperhatikan bidang pendidikan rakyatnya. Bukti lain yang menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap pendidikan, antara lain: disahkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.[3]
Pergeseran pendekatan dalam penyelengaraan sistem pemerintahan di Indonesia telah berimbas pada pengelolaan sistem pendidikan, yakni dari semula yang bersifat sentralistik bergeser kearah pengelolaan yang bersifat desentralistik. Hal ini secara implisit dinyatakan dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah, yang berlakukan secara efektif mulai tangal1 januari, bahwa pendidikan merupakan salah satu bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah kabupaten dan kota ( pasal 11 ayat 2 ).[4]

Menurut Umaedi, konsep yang menawarkan kerja sama yang erat antara sekolah, masyarakat, dan  pemerintah dengan tangung jawabnya masing-masing ini, berkembang didasarkan kepada suatu keinginan pemberian kemandirian kepada sekolah untuk ikut terlibat secara aktif dan dinamis dalam rangka proses peningkatan kualitas pendidikan melalui pengelolaan sumberdaya sekolah yang ada. sejalan dengan pemikiran ini, tim teknis Bapenas dan Bank dunia menyatakan bahwa pemberdayaan sekolah dangan memberikan otonomi yang lebih besar disamping menunjukan sikap tangap pemerintah terhadap tuntutan masyarakat juga dapat ditujukan sebagai sarana peningkatan efisiensi, mutu dan pemerataan pendidikan. Dengan demikian dapat dikatakan MBS merupakan impelementasi  dari pemberian otonomi kepada sekolah untuk memberdayakan diri dalam kerangka  upaya peningkatan mutu pendidikan.[5]

Pada dasarnya MBS (manajemen berbasis sekolah) merupakan suatu strategi pengelolaan penyelengaraan pendidikan di sekolah yang menekankan pada pengerahan dan pendayagunaan sumber internal sekolah dan lingkungannya secara efektif dan efisien sehinga menghasilkan lulusan yang berkualitas dan bermutu.[6]
            Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan membahasnya dalam bentuk skripsi yang berjudul” Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di MI Al Hidayah” desa Tulung Harapan Kec. Semendawai Timur Kab. OKU Timur.

B. Identifikasi Objek Penelitian
            Dari latar  belakang masalah di atas, penulis mengidentifikasi beberapa hal pokok permasalahan berkaitan dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan manajemen berbasis sekolah di MI Al Hidayah Tulung Harapan Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur. Di dalamnya memuat gaya atau cara seorang kepala sekolah di dalam menjalankan kepemimpinannya, dan juga pengaruhnya terhadap pelaksanaan manajemen berbasis sekolah yang diterapkan di MI Al-Hidayah.
Mengacu kepada identifikasi di atas maka fokus penelitian dapat dibatasi pada gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam perangkat manajemen. Dari identifikasi masalah tersebut maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut. Bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan MBS.

C. Fokus Penelitian dan Perumusan Masalah  
            Ada beberapa faktor yang berkaitan erat dengan penerapan manajemen berbasis sekolah antara lain faktor kepemimpinan, sikap guru, peraturan pemerintah, dukungan birokrasi, budaya sekolah, sarana dan prasarana, lingkungan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, maka ada beberapa masalah yang dapat diidentifikasi yaitu:
1.      Bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah MI Al Hidayah dalam penerapan manajemen berbasis sekolah?
2.      Faktor Pendukung dan faktor penghambat apa saja yang mempengaruhi kepemimpinan kepala sekolah MI Al Hidayah?
D. Tujuan dan Signifikasi Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kepemimpinan kepala sekolah dan sekaligus penerapannya dalam Manajemen Berbasis Sekolah di MI Al Hidayah Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Bagi peneliti sebagai wahana untuk mengembangkan ilmu dan sekaligus untuk mendalami sebuah fenomena yang terjadi di sekolah yang menjadi maju dan mundurnya sebuah lembaga pendidikan.
2. Signifikasi Penelitian
            Adapun signifikasi yang diharapkan dari hasil  penelitian ini yakni:
1.    Penelitian ini dapat berguna untuk kepala sekolah dalam rangka meningkatkan manajemen dan kinerja guru.
2.    Penelitian ini juga bermanfaat dalam rangka memperbaiki kegiatan pembelajaran sekolah yang bersangkutan.
3.  Melalui penelitian ini diharapkan kepala sekolah mampu meningkatkan kualitas personal dan professional sebagai kepala sekolah.
4.    Bagi lembaga (instansi) yang terkait, diharapkan  dapat menjadi bahan acuan  kualitas yang baik untuk saat ini maupun yang akan datang.
5.    Bagi penulis dapat mendapat wawasan dan mendapat informasi baru mengenai pengetahuan tentang kepemimpian kepala sekolah yang harus dimiliki seorang kepala sekolah. Sehinga dengan demikian, dapat memberikan masukan dan pembekalan untuk proses kedepan.
E. Sistematika Penulisan
            Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab, setiap bab dirinci kedalam beberapa sub bab sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan: Terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi objek penelitian, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan signifikasi penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.
BAB II Landasan teori penelitian berisi deskripsi teori dan kerangka berfikir.
BAB III Prosedur penelitian: Terdiri dari metode penelitian, tempat penelitian, instrument penelitian, sampel sumber data, teknik pengumpulan data,  teknik analisis data dan uji kesohehan data.
BAB IV Hasil Penelitian: terdiri atas deskripsi daerah institusi dan penyajian analisis data.
BAB V Penutup: Terdiri dari kesimpulan dan Rekomendasi


[1]. Ahmad barizi .Holistika pemikiran pendidikan, (Jakarta: PT Raja grafindopersada 2005)  Cet .ke 1. hlm 113.
[2]. Ahmad barizi Holistika Pemikiran Pendidikan, (Jakarta: PT Raja grafindopersada 2005)  Cet .ke 1. hlm 113
[3]. Ibid., hlm 7
[4]. B suryo subroto” Manajemen Pendidikan di Sekolah “(Jakarta :PT Rineka Cipta 2004) cet 1 hal 194.
[5]. Ibid ., hlm 195
[6]. Ibid ., hlm 196

SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

1 komentar:

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Disini