Ad 468 X 60

2016-05-10

Widgets

Hubungan Pembelajaran TPA dengan Prestasi Mata Pelajaran Al-Quran dan Hadits

BAB I
PENDAHULUAN
  
A.    Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang diciptakan dalam bentuk  yang paling sempurna. Dia diberi oleh Allah sesuatu yang makhluk lain tidak diberi yaitu akal. “Akal adalah mutiara rohani yang diciptakan oleh Allah untuk kemanfaatan manusia”[1].
Ada juga yang memberikan pengertian “bahwa akal adalah nur (cahaya) yang dibekaskan tuhan pada hati manusia dan aliran tenaga nur tersebut sampai ke otak”[2]. Karena manusia diciptakan melalui proses, mulai dari kandungan, lahir, dari kecil sampai dewasa, dan itu semua membutuhkan nutrisi yang berguna untuk pertumbuhannya, maka akal yang dimilikinya juga membutuhkan nutrisi, supaya akal berfungsi sebagaimana mestinya. Dan itu tidak bisa dicapai kecuali dengan proses pendidikan. Dalam surat Al-nahl ayat 78 Allah berfirman: 
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan  tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran , penglihatan, dan hati ,agar kamu bersyukur”[3]. (An-Nahl:78)
Pendidikan adalah suatu proses berupa pemindahan pengetahuan maupun penyempurnaan yang melibatkan berbagai macam komponen untuk mencapai tujuan. Lebih lanjut Rama Yulis menjelaskan “bahwa pendidikan diartikan sebagai bimbingan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa”[4].
Orang tua selain menjadi seorang ayah dan ibu, beliau merupakan sosok seseorang guru bagi anak-anaknya dalam menanamkan pendidikan. Rosullulloh SAW bersabda:

“Tidaklah anak yang dilahirkan itu kecuali telah membawa fitrah, maka kedua orang tua nya lah yang menjadikan anak tersebut beragama yahudi, nasrani, atau majusi (H.R Muslim)”[5].
Menanamkan pendidikan bagi anak dimulai pada usia dini, bahwa pendidikan diwaktu kecil sebagai persyaratan bagi keberhasilan dalam belajar Dinyatakan dalam pepatah islam sekaligus pendapat Imam Ghazali: Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagai menulis di atas air.
Jadi pada dasarnya pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua. Maka sebagai orang tua harus menyuguhkan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya untuk bekal masa  depannya, terutama pendidikan agama. Dalam agama pendidikan dasar islam pada abad pertengahan pembelajaran al-Quran dan hadits menempati posisi yang paling sentral dan eksklusif. Ini tidak saja di pandang esensial untuk pendidikan agama, tetapi juga sebagai jaminan untuk mendapatkan rahmat Tuhan di dunia  maupun akhirat.
Menanamkan pendidikan al-Qur’an  dapat di terapkan di madrasah-madrasah atau di TPA. Seperti apa yang di sampaikan oleh Barus dkk “bahwa  perkembangan pendidikan islam dalam bentuk madrasah merupakan pengembangan sistem tradisional  yang diadakan di surau, masjid, dan pesantren.Tingkat madrasah terdiri dari dua kelompak: yang pertama meliputi: Ibtidaiyah (dasar setingkat SD), sanawiyah (setingkat SLTP),  dan aliyah (setingkat SLTA). Yang kedua adalah diniyah. Diniyah awal, diniyah wustha, diniyah aliayah. Departeman agama menyeragamkan madrasah dan membaginya menjadi dua kelompok yaitu madrasah yang kurikulumnya 30% pelajaran agama dan 70% pelajaran disamakan (1997) dengan ijasah umum, sehingga tamatan madrasah dapat masuk ke sekolah umum dan universitas”[6].
Begitu pentingnya pendidikan al-quran, karena al-quran merupakan wahyu yang diturunkan pertama kali sebagai bacaan umat islam.al-qur’an juga merupakan petunjuk bagi umat islam, baik didalam bermasyaraakat maupun dalam beribadah yang didalamnya tersussun sangat rinci mulai dari huruf, lafad, surat, hingga jus-jusnya, yang mana al-Quran itu sendiri secara harqiyah mempunyai arti bacaaan dan barang siapa yang membaca nilai ibadaah. Sampai-sampai  Ibnu kaldun  menafsirkan bahwa penerapan pendidikan al-Quran ini sebagai keinginan orang tua untuk  memamfaatkan  semaksimal mungkin  masa kanak-kanak  dalam menanamkan pada diri sianak pengetahuan yang hakiki.
Ibnu kaldun juga menambahkan tentang pengamatannya pada zaman moderen saat ini, bahwa orang tua khawatir jika mereka disuguhkan mata pelajaran yang lain dan menangguhkan pelajaran al-Quran hingga remaja, mereka akan lepas control atas anak mereka yang karena dorongan keremajaannya, bisa jadi meninggalkan beban  untuk mempelajari agama (al-Quran), hingga merka mencapai masa dewasa tanpa pengetahuan tentang isi al-Quran.
Di dalam ensiklopedi islam dinyatakan bahwa kemampuan baca tulis  al-Quran merupakan indicator kualitas kehidupan beregama seorang muslim. Sedangkan  umat islam sekarang ini masih banyak yang belum dapat membaca al-Quran.
Maka disinilah peran penting TPA dan Madrasah sebagai lembaga pendidikan untuk mengantisipasi anak didik kita  buta akan baca tulis al-Quran, maka perlunya study penelitian terhadap sebuah TPA dan Madrasah Ibtidaiyah  yang berada di desa Sindang Sari dengan judul: Hubungan Pembelajaran TPA dengan Prestasi Mata Pelajaran Al-Quran dan Hadits di MI Islamiyah Sindang Sari.
B.      Identifikasi Masalah
           Berdasarkan latar belakang masalah yang membahas tentang hubungan pembelajaran TPA dengan prestasi mata pelajaran Al-Quran - Hadits di MI Islamiyah Sindang Sari dapat di identifikasi permasalahan sebagai berikut:
1.    Pembelajaran TPA
2.    Keadaan guru/ pendidik
3.    Kurikulm yang digunakan
4.    Materi pembelajaran yang diajarkan.
5.    Metode pembelajaran yang digunakan

C.     Pembatasan dan Perumusan Masalah
  1. Pembatasan Masalah
 Agar penelitian ini dapat lebih terarah sesuai dengan yang peneliti maksud, maka lebih baik peneliti jelaskan batasan-batasan atau ruang lingkup penelitian sebagai berikut:
a) Hubungan yang dimaksud di atas adalah : “Keadaan yang berhubungan/bertalian atau dihubungkan.” (Poerwadarminta, 1982 : 362). Dalam hal ini yang penulis maksudkan adalah ada hubungan atau tidak ditinjau dari segi materi dan metode pembelajaran yang digunakan.
b)      Pendidikan TPA (X) adalah pendidikan non formal tingkat dasar yang bertujuan memberikan bekal dasar kepada anak-anak usia 7–12 tahun agar menjadi generasi Qur’ani, generasi yang sholih-sholihah, yang mampu dan gemar membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari (Budiyanto, 2006)[7]di TPA Hurul Huda desa Sindang Sari Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Ø  Pembelejaran TPA yang terstruktur dengan baik
Ø Gemar membaca al-Qur an
Ø Terbiasa mengucapkan salam
Ø Kemampuan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran TPA
c) Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai  faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar mata pelajaran Al - quran hadits dengan indikator sebagai berikut
Ø  Selalu hadir mengikuti mata pelajaran al-Qur’an Hadis
Ø   Mengerjakan tugas yang diberikan
Ø  Selalu membuat catatan materi al Quran- Hadits yang dipelajari
Ø  Selalu aktif dalam pertemuan mata pelajaran al - Quran Hadits
Ø  Mendapat nilai yang baik dalam tes.

  1. Rumusan Masalah
     Sebagai acuan pembahasan dan mempermudah sistematika pembahasan skripsi ini, maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana pembelajaran di TPA di Sindang Sari?
  2. Bagaimana tingkat prestasi mata pelajaran Al-Quran-Hadits di MI Islamiyah Sindang Sari?
  3. Adakah hubungan antara  pembelajaran TPA dengan prestasi mata pelajaran Al-Quran-Hadits?

D.    Tujuan dan Signifikansi Penelitian
1.    Tujuan penelitian
Mengacu pada perumusan masalah yang telah dibuat, maka tujuan penelitian  disini  meliputi:
a.       Untuk mengetahui tingkat pembelajaran TPA di sindang sari
b.      Untuk mengetahui tingkat prestasi mata pelajaran Al-Quran-Hadits di MI Islamiyah sindang sari
c.       Untuk mengetahui adanya hubungan antara pembelajaran TPA dengan prestasi mata pelajaran Al-Quran-Hadits

  1. Signifikansi penelitian
a.       Secara  teoritis untuk dapat menjadi informasi bagi pembaca dan sebagai    masukan   dalam meningkatkan pendidikan kepada siswa , terutama menanamkan betapa pentingnya  pendidikan Al-Quran-Hadits
b.      Secara praktis dapat menjadi bahan masukan bagi  tenaga pendidik untuk lebih meningkatkan pembelajaran Al-Quran-Hadits

E.     Sistematika Penulisan
 Untuk memperoleh gambaran dan memudahkan pemahaman terhadap  skripsi ini secara keseluruhan maka berikut ini dijelaskan sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab  I  yaitu  pendahuluan,  berisikan  latar belakang masalah,  identifikasi  masalah,  pembatasan dan perumusan masalah,  tujuan penelitian, signifikansi penelitian,  dan sistematika penulisan.
Bab   II  yaitu  landasan teori penelitian,  deskripsi teori,  kerangka berfikir dan hipotesis.
Bab  III  yaitu kerangka metodologis meliputi :  Metode penelitian, populasi, sampel dan teknik penarikan sampel, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.
Bab  IV yaitu hasil penelitian yang menjelaskan deskripsi daerah/intitusi,  deskripsi karakteristik responden, penyajian analisis data dan interprestasi hasil penelitian.
Bab  V  yaitu merupakan bagian penutup,  berisikan kesimpulan dan rekomendasi

author by : annur


[1] Muhammad Nawawi, Nashaihul al-Ibad, Semarang, Toha Putra, tt, h. 22  

[2] Zidi Gazalba, Ilmu, Filsafat dan Islam tentang manusia dan Agama, Jakarta, Bulan Bintang, 1992 , h. 5
[3] Departemen Agama RI, Al-Quran dan terjemahannya,  Jakarta, RI, 1989

[4]Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta, Kalam Mulia, 2005 , hal, 1

[5] Mohammad Fuad Abdul Bakri, Al-lu’luk Walmarjan  Himpunan Hadits Shohih disepakati oleh Bukhori Muslim,Surabaya, Bina Ilmu,tt, h, 1010
[6] Barus dkk, Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar 5,  Jakarta, PT . Ichtiar  Baru Van Hove, 2005 , h. 3
[7] Budianto, dkk, Ringkasan Pedoman Pengolahan, Pembinaan dan Pengembangan Gerakan Membaca, Menulis, Memahami, Mengamalkan, dan Memasyarakatkan Al-Qur’an, Yogyakarta,  LPTQ Nasional, 2003


SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 komentar:

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Disini