2016-05-10
Hubungan Pembelajaran TPA dengan Prestasi Mata Pelajaran Al-Quran dan Hadits
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan
makhluk Allah SWT yang diciptakan dalam bentuk
yang paling sempurna. Dia diberi oleh Allah sesuatu yang makhluk lain
tidak diberi yaitu akal. “Akal adalah mutiara rohani yang diciptakan oleh Allah
untuk kemanfaatan manusia”[1].
Ada juga yang
memberikan pengertian “bahwa akal adalah nur (cahaya) yang dibekaskan tuhan
pada hati manusia dan aliran tenaga nur tersebut sampai ke otak”[2].
Karena manusia diciptakan melalui proses, mulai dari kandungan, lahir, dari
kecil sampai dewasa, dan itu semua membutuhkan nutrisi yang berguna untuk
pertumbuhannya, maka akal yang dimilikinya juga membutuhkan nutrisi, supaya
akal berfungsi sebagaimana mestinya. Dan itu tidak bisa dicapai kecuali dengan
proses pendidikan. Dalam surat Al-nahl ayat 78 Allah berfirman:
“Dan
Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi
kamu pendengaran , penglihatan, dan hati ,agar kamu bersyukur”[3]. (An-Nahl:78)
Pendidikan adalah
suatu proses berupa pemindahan pengetahuan maupun penyempurnaan yang melibatkan
berbagai macam komponen untuk mencapai tujuan. Lebih lanjut Rama Yulis menjelaskan
“bahwa pendidikan diartikan sebagai bimbingan yang diberikan dengan sengaja
terhadap anak didik oleh orang dewasa”[4].
Orang tua selain
menjadi seorang ayah dan ibu, beliau merupakan sosok seseorang guru bagi
anak-anaknya dalam menanamkan pendidikan. Rosullulloh SAW bersabda:
“Tidaklah anak yang dilahirkan itu kecuali telah membawa fitrah, maka kedua
orang tua nya lah yang menjadikan anak tersebut beragama yahudi, nasrani, atau
majusi (H.R Muslim)”[5].
Menanamkan
pendidikan bagi anak dimulai pada usia dini, bahwa pendidikan diwaktu kecil
sebagai persyaratan bagi keberhasilan dalam belajar Dinyatakan dalam pepatah
islam sekaligus pendapat Imam Ghazali: Belajar di waktu kecil bagai mengukir di
atas batu, belajar sesudah dewasa bagai menulis di atas air.
Jadi pada dasarnya
pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua. Maka sebagai orang tua harus menyuguhkan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya untuk bekal masa
depannya, terutama pendidikan agama. Dalam agama
pendidikan dasar islam pada abad pertengahan pembelajaran
al-Quran dan hadits menempati posisi yang paling sentral dan eksklusif. Ini
tidak saja di pandang esensial untuk pendidikan agama, tetapi juga sebagai
jaminan untuk mendapatkan rahmat Tuhan di dunia
maupun akhirat.
Menanamkan
pendidikan al-Qur’an dapat di terapkan
di madrasah-madrasah atau di TPA. Seperti apa yang di sampaikan oleh Barus dkk
“bahwa perkembangan pendidikan islam
dalam bentuk madrasah merupakan pengembangan sistem tradisional yang diadakan di surau, masjid, dan
pesantren.Tingkat madrasah terdiri dari dua kelompak: yang pertama meliputi:
Ibtidaiyah (dasar setingkat SD), sanawiyah (setingkat SLTP), dan aliyah (setingkat SLTA). Yang kedua
adalah diniyah. Diniyah awal, diniyah wustha, diniyah aliayah. Departeman agama
menyeragamkan madrasah dan membaginya menjadi dua kelompok yaitu madrasah yang
kurikulumnya 30% pelajaran agama dan 70% pelajaran disamakan (1997) dengan
ijasah umum, sehingga tamatan madrasah dapat masuk ke sekolah umum dan
universitas”[6].
Begitu pentingnya
pendidikan al-quran, karena al-quran merupakan wahyu yang diturunkan pertama
kali sebagai bacaan umat islam.al-qur’an juga merupakan petunjuk bagi umat
islam, baik didalam bermasyaraakat maupun dalam beribadah yang didalamnya
tersussun sangat rinci mulai dari huruf, lafad, surat, hingga jus-jusnya, yang
mana al-Quran itu sendiri secara harqiyah mempunyai arti bacaaan dan barang
siapa yang membaca nilai ibadaah. Sampai-sampai
Ibnu kaldun menafsirkan bahwa penerapan
pendidikan al-Quran ini sebagai keinginan orang tua untuk memamfaatkan
semaksimal mungkin masa
kanak-kanak dalam menanamkan pada diri
sianak pengetahuan yang hakiki.
Ibnu kaldun juga
menambahkan tentang pengamatannya pada zaman moderen saat ini, bahwa orang tua
khawatir jika mereka disuguhkan mata pelajaran yang lain dan menangguhkan
pelajaran al-Quran hingga remaja, mereka akan lepas control atas anak mereka
yang karena dorongan keremajaannya, bisa jadi meninggalkan beban untuk mempelajari agama (al-Quran), hingga
merka mencapai masa dewasa tanpa pengetahuan tentang isi al-Quran.
Di dalam
ensiklopedi islam dinyatakan bahwa kemampuan baca tulis al-Quran merupakan indicator kualitas
kehidupan beregama seorang muslim. Sedangkan umat islam sekarang ini
masih banyak yang belum dapat membaca al-Quran.
Maka
disinilah peran penting TPA dan Madrasah sebagai lembaga pendidikan untuk
mengantisipasi anak didik kita buta akan
baca tulis al-Quran, maka perlunya study penelitian terhadap sebuah TPA dan Madrasah
Ibtidaiyah yang berada di desa Sindang
Sari dengan judul: Hubungan Pembelajaran TPA dengan Prestasi Mata Pelajaran Al-Quran dan
Hadits di MI Islamiyah Sindang Sari.
B.
Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
yang membahas tentang hubungan pembelajaran TPA dengan prestasi mata pelajaran
Al-Quran - Hadits di MI Islamiyah Sindang Sari dapat di identifikasi
permasalahan sebagai berikut:
1. Pembelajaran TPA
2.
Keadaan guru/
pendidik
3.
Kurikulm yang
digunakan
4.
Materi
pembelajaran yang diajarkan.
5.
Metode
pembelajaran yang digunakan
C.
Pembatasan dan Perumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini dapat lebih terarah sesuai
dengan yang peneliti maksud, maka lebih baik peneliti jelaskan batasan-batasan
atau ruang lingkup penelitian sebagai berikut:
a) Hubungan
yang dimaksud di atas adalah : “Keadaan yang berhubungan/bertalian atau
dihubungkan.” (Poerwadarminta, 1982 : 362). Dalam hal ini yang penulis
maksudkan adalah ada hubungan atau tidak ditinjau dari segi materi dan metode
pembelajaran yang digunakan.
b) Pendidikan TPA (X) adalah pendidikan non formal
tingkat dasar yang bertujuan memberikan bekal dasar kepada anak-anak usia 7–12
tahun agar menjadi generasi Qur’ani, generasi yang sholih-sholihah, yang mampu
dan gemar membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan
sehari-hari (Budiyanto, 2006)[7]di TPA Hurul Huda desa Sindang Sari Kecamatan
Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Ø Pembelejaran
TPA yang terstruktur dengan baik
Ø Gemar membaca al-Qur an
Ø Terbiasa mengucapkan salam
Ø Kemampuan peserta didik dalam melaksanakan
pembelajaran TPA
c) Prestasi adalah
kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam
maupun dari luar individu dalam belajar mata pelajaran Al - quran hadits dengan
indikator sebagai berikut
Ø Selalu hadir mengikuti mata pelajaran al-Qur’an
Hadis
Ø Mengerjakan
tugas yang diberikan
Ø Selalu membuat catatan materi al – Quran- Hadits yang
dipelajari
Ø Selalu aktif dalam pertemuan mata pelajaran al - Quran Hadits
Ø Mendapat nilai yang baik dalam tes.
- Rumusan Masalah
Sebagai acuan pembahasan dan mempermudah
sistematika pembahasan skripsi ini, maka penulis membuat rumusan masalah
sebagai berikut:
- Bagaimana pembelajaran di TPA di Sindang Sari?
- Bagaimana tingkat prestasi mata pelajaran Al-Quran-Hadits di MI Islamiyah Sindang Sari?
- Adakah hubungan antara pembelajaran TPA dengan prestasi mata pelajaran Al-Quran-Hadits?
D.
Tujuan dan Signifikansi Penelitian
1. Tujuan penelitian
Mengacu pada perumusan masalah yang
telah dibuat, maka tujuan penelitian
disini meliputi:
a. Untuk mengetahui tingkat pembelajaran TPA di
sindang sari
b. Untuk mengetahui tingkat prestasi mata pelajaran Al-Quran-Hadits di MI Islamiyah sindang sari
c. Untuk mengetahui adanya hubungan antara
pembelajaran TPA dengan prestasi mata pelajaran Al-Quran-Hadits
- Signifikansi penelitian
a. Secara
teoritis untuk dapat menjadi informasi bagi pembaca dan sebagai masukan
dalam meningkatkan pendidikan kepada siswa , terutama menanamkan betapa
pentingnya pendidikan Al-Quran-Hadits
b. Secara praktis dapat menjadi bahan masukan
bagi tenaga pendidik untuk lebih meningkatkan
pembelajaran Al-Quran-Hadits
E.
Sistematika Penulisan
Untuk
memperoleh gambaran dan memudahkan pemahaman terhadap skripsi ini secara keseluruhan maka berikut ini
dijelaskan sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab I
yaitu pendahuluan, berisikan
latar belakang masalah,
identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, signifikansi penelitian, dan
sistematika penulisan.
Bab II
yaitu landasan teori
penelitian, deskripsi
teori, kerangka berfikir dan hipotesis.
Bab III
yaitu kerangka metodologis meliputi :
Metode penelitian, populasi, sampel dan teknik penarikan sampel,
instrumen penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.
Bab IV yaitu hasil penelitian yang menjelaskan deskripsi
daerah/intitusi, deskripsi karakteristik
responden, penyajian analisis data dan interprestasi hasil penelitian.
Bab V yaitu merupakan bagian penutup, berisikan kesimpulan dan rekomendasi
author by : annur
[1] Muhammad Nawawi, Nashaihul al-Ibad, Semarang,
Toha Putra, tt, h. 22
[2] Zidi Gazalba, Ilmu, Filsafat dan Islam tentang manusia dan Agama, Jakarta,
Bulan Bintang, 1992 , h. 5
[4]Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta,
Kalam Mulia, 2005 , hal, 1
[5] Mohammad Fuad Abdul Bakri, Al-lu’luk Walmarjan Himpunan Hadits Shohih disepakati oleh
Bukhori Muslim,Surabaya, Bina Ilmu,tt, h, 1010
[7] Budianto, dkk, Ringkasan Pedoman Pengolahan,
Pembinaan dan Pengembangan Gerakan Membaca, Menulis, Memahami, Mengamalkan, dan
Memasyarakatkan Al-Qur’an, Yogyakarta, LPTQ Nasional, 2003
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
skripsi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)












0 komentar:
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Disini