2016-05-05
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA TERHADAP SIKAP KEAGAMAAN SISWA
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan kejiwaan seseorang
adalah sebuah bentuk kewajaran dan pasti terjadi dalam diri seseorang. Oleh
karena itu pendidikan merupakan suatu keniscayaan dalam mengarahkan proses
perkembangan kejiwaan. Terlebih lagi dalam lembaga pendidikan Islam, tentu akan
mempengaruhi bagi pembentukan jiwa keagamaan. Jiwa keagamaan ini perlu
ditanamkan pada anak sejak usia dini.
Menurut Quraish Shihab, tujuan
pendidikan al Qur`an (Islam) adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok
sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba dan khalifah-Nya, guna
membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah. Atau dengan
kata yang lebih singkat dan sering digunakan oleh al Qur`an, untuk bertaqwa
kepada-Nya[1]. Dengan demikian pendidikan harus mampu membina, mengarahkan
dan melatih potensi jasmani, jiwa, akal dan fisik manusia seoptimal mungkin
agar dapat melaksanakan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi.
Ali Ashraf mengemukakan bahwa
pendidikan agama Islam seharusnya bertujuan menimbulkan pertumbuhan yang seimbang
dari kepribadian total manusia melalui latihan spiritual, intelek, rasional
diri, perasaan dan kepekaan tubuh manusia. Karena itu pendidikan
seharusnya membukakan jalan bagi pertumbuhan manusia dalam segala aspek
spiritual, intelektual, imajinatif, fisikal, ilmiah, linguistik, baik secara
individual maupun secara kolektif dan memotivasi semua aspek untuk mencapai
kebaikan dan kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan Muslim adalah perwujudan
penyerahan mutlak kepada Allah, pada tingkat individual, masyarakat dan
kemanusiaan pada umumnya.[2]
Mahmud
Yunus mengatakan bahwa tujuan pendidikan agama adalah
mendidik anak-anak, pemuda-pemudi maupun orang dewasa supaya menjadi seorang muslim sejati, beriman teguh,
beramal saleh dan berakhlak mulia, sehingga ia menjadi salah seorang masyarakat
yang sanggup hidup di atas kakinya sendiri, mengabdi
kepada Allah dan berbakti kepada bangsa dan tanah airnya, bahkan sesame umat manusia.[3] 15
Pendidikan agama adalah bentuk
pendidikan nilai, karena itu maksimal dan tidaknya pendidikan agama tergantung
dari faktor yang dapat memotivasi untuk memahami nilai agama. Semakin suasana
pendidikan agama membuat betah maka perkembangan jiwa keagamaan akan dapat
tumbuh dengan optimal. Jiwa keagamaan ini akan tumbuh bersama dengan suasana
lingkungan sekitarnya. Apabila jiwa keagamaan telah tumbuh maka akan terbentuk
sikap keagamaan yang termanifestasikan dalam kehidupan sehari-harinya.
Keluarga
sebagai tempat pendidikan pertama dalam proses perkembangan rasa agama setiap
individu. Kedekatan orang tua dengan anaknya menjadikan orang tua sebagai a
significant person bagi anaknya. Semua perilaku keagamaan orang tua terserap
oleh anak menjadi bahan identifikasi diri anak terhadap orang tuanya. Maka
terjadilah proses imitasi perilaku, karena sekedar peniruan saja atau didiringi
oleh keinginan untuk menjadi seperti orang tuanya. Karena proses imitasi yang
terus menerus maka perilaku keagamaan orang tua terinternalisasi dalam diri
anak dan mengkristal menjadi kata hati.[4]
Bertitik tolak dari hal tersebut
penulis mencoba untuk mengadakan penelitian yang hasilnya akan dituangkan dalam
skripsi yang berjudul: “PENGARUH
PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA TERHADAP
SIKAP KEAGAMAAN SISWA DI MI AL FATAH KOTA MULYA KEC. SEMENDAWAI TIMUR KAB. OKU TIMUR”. Dengan alasan sebagai berikut :
2. Karena peneliti
ingin mengetahui pengaruh pendidikan
agama dalam keluarga
3. Karena Pembentukan sikap keagamaan anak di pengaruhi dari
pendidikan agama di lingkungan keluarga.
B. Identifikasi
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas yang membahas Pengaruh Pendidikan Agama Dalam
Keluarga Terhadap Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah Kota
Mulya Kec. Semendawai Timur Kab. OKU
Timur, dapat di
identifikasi sebaai berikut :
1.
Kesadaran orang tua untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada anak
sedini mungkin, sehingga pendidikan agama anak terabaikan, akibatnya anak
menjadi kaku dan asing dengan peraturan, kewajiban dan larangan agama sendiri.
2.
Pendidikan Agama dalam keluarga tentu
akan mempengaruhi bagi pembentukan jiwa keagamaan.
3.
Keluarga sebagai tempat pendidikan
pertama dalam proses perkembangan agama setiap individu
4.
Apabila jiwa keagamaan telah tumbuh maka akan terbentuk
sikap keagamaan yang termanifestasikan dalam kehidupan sehari-harinya.
C.
Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Untuk
mempermudah dalam penelitian dan pembahasan, maka penulis membatasi masalah
hanya pada Pengaruh Pendidikan Agama Dalam
Keluarga Terhadap Sikap Keagamaan Siswa.
Batas waktu Penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti adalah pada semester II Tahun Pelajaran 2011-2012 yaitu bulan
maret sampai dengan mei 2012.
Tempat dan Objek
penelitiannya adalah sebagian orang tua dan seluruh siswa di MI Al Fatah Kota Mulya Kec. Semendawai
Timur Kab. OKU Timur.
Namun
guna memperjelas arah dan obyek penelitian, maka dibatasi hanya mengkaji
pengaruh dua variabel bebas saja yaitu Pendidikan Agama Dalam Keluarga dan Sikap Keagamaan Siswa. Sedangkan fakta lainya
yang tidak ada kaitanya penulis tidak mengungkapkan dan tidak membahasnya.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang
penulis kemukakan di atas, maka yang menjadi topik permasalahan ini dapat
dirumuskan sebagai berikut:
a. Bagaimana Sikap
Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah Kota Mulya Kec. Semendawai
Timur Kab. OKU Timur
b. Bagaimana Pengaruh
Pendidikan Agama Dalam Keluarga Terhadap
Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah Kota Mulya Kec. Semendawai
Timur Kab. OKU Timur
D.
Tujuan Penelitian dan Signifikansi Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini secara umum bertujuan
untuk menggali informasi tentang Pengaruh Pendidikan Agama Dalam Keluarga Terhadap Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah Kota
Mulya Kec. Semendawai Timur Kab. OKU Timur. yaitu sebagai berikut:
a.
Untuk mengetahui bagaimana Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah Kota
Mulya Kec. Semendawai Timur Kab. OKU
Timur
b.
Untuk mengetahui bagaimana Pengaruh
Pendidikan Agama Dalam Keluarga Terhadap
Sikap Keagamaan Siswa. di MI Al Fatah Kota Mulya Kec. Semendawai
Timur Kab. OKU Timur.
2. Signifikasi
Penelitian
Dari hasil penelitian, diharapkan
nantinya dapat berguna, yaitu sebagai berikut:
a.
Secara Teoritik, penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan ilmu
pengetahuan. Terutama ilmu manajemen pendidikan, khususnya dalam pengembangan pendidikan agama dalam keluarga yang mempengaruhi sikap keagamaan siswa di
MI Al Fatah Kota Mulya Kec.
Semendawai Timur Kab. OKU Timur.
b.
Sebagai masukan baik bagi dewan guru maupun bagi penentu
kebijakan dalam pendidikan di Madrasah
c.
Hasil penelitian
ini dapat digunakan sebagai informasi sekaligus pedoman dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan pada
proses belajar yang dialami siswa, baik seketika ia berada disekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya.
Sehingga pencapaian tujuan pendidikan dalam segi
pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan dapat diarahkan secara efektif
untuk meningkatkan kualitas belajar
E.
Sistematika Penulisan
Dengan penelitian ini penulis
membuat sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan Membahas Tentang
Latar Belakang Masalah, Identifikasi, Pembatasan Dan Perumusan Masalah, Tujuan Dan
Signifikasi Penelitian, Dan Sistematika Penulisan.
BAB II : Landasan Teori Penelitian,
Membahas tentang : Deskripsi Teori, Kerangka Berfikir dan Hipotesis.
BAB III : Kerangka Metodologis
membahas tentang : Metode Penelitian, Populasi, Sampel, Tehnik Penarikan
Sampel, Instrumentasi Penelitian, Tehnik Pengumpulan data dan tehnik Analisis
data.
BAB IV : Hasil Penelitian Membahas
Tentang Deskripsi Daerah/Institusi, Deskripsi Karakteristik
Responden, Penyajian Analisis Data Dan Interpretasi Hasil Penelitian.
BAB V : Penutup membahas tentang kesimpulan dan rekome
[4] D.P. Ausubel, Theory and Problem
of Child Development (New York: Grune and Stone Inc., 1969). Hal. 381
[5] Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. ( Jakarta :PT. Bina
Askara, 1986 ). h.47
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
skripsi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)












0 komentar:
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Disini