2016-05-10
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH “ (STUDY TENTANG UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (7- 12 TAHUN)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk yang
paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lainnya. Manusia diberikan
kelebihan oleh Allah berupa akal dan pikiran. Akal tidak akan berkembang tanpa
adanya proses berpikir. Dan proses berpikir tidak akan berkembang tanpa adanya
proses pendidikan dan pembelajaran serta pengalaman.
Pendidikan merupakan suatu hal yang
sangat dibutuhkan oleh manusia, yang dapat mengembangkan potensi baik secara
jasmani dan rohani. Dari proses pendidikan yang dijalankan maka akan membawa
manusia itu kepada berpikir yang kritis, global dan mandiri. Kemajuan dan
perkembangan dunia sekarang ini tidak dapat dipungkiri lagi merupakan
manifestasi dari cipta, rasa dan karsa umat manusia yang diperoleh dari proses
pembelajaran dan pendidikan.
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur
yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang
pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan
pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami peserta didik
baik ketika peserta didik berada disekolah maupun di lingkungan.[1].
Perkembangan masyarakat dari waktu
ke waktu terus menerus berubah. Kita sebagai bagian dari masyarakat dunia
tersebut, mau tidak mau dipaksa untuk ikut dalam perubahan itu. Sekarang ini
arus globalisasi dan informasi telah merubah wajah dunia semakin indah dan
berkembang. Era ini ditandai dengan kemampuan menguasai dan mendayagunakan arus
informasi, bersaing secara terus menerus dalam belajar dan menguasai kemampuan
menggunakan berbagai teknologi[2].
Perkembangan terjadi di segala bidang baik dalam
tatanan sosial, ekonomi, budaya, teknologi, kedokteran dan lain sebagainya,
sesungguhnya merupaka hasil dari proses pendidikan dan pengajaran yang didapat
dari sekolah. Akan tetapi sehubungan dengan kemajuan yang ada, banyak juga
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di segala bidang kehidupan. Makanya ada
hal yang terpenting untuk ditanamkan pada siswa ialah pondasi awal menanamkan
dan membina akhlak sedini mungkin.
Selama ini bukannya tidak adanya pendidikan akhlak
pada siswa, akan tetapi kurang berhasil. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang
menjadi kendala, baik dari materi, metode, upaya, media dan faktor-faktor
lainnya. Dengan kata lain proses pendidikan itu sendiri.
Secara keseluruhan pendidikan di sekolah, kegiatan
belajar merupakan kegiatan yang paling kokoh. Ini berarti bahwa berhasil atau
tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses
yang dialami oleh siswa sebagai anak didik[3].
Selain itu tugas dan tanggung jawab guru adalah untuk
memberikan sejumlah norma kepada anak didik agar tahu mana perbuatan yang
susila dan asusila, mana perbuatan yang bermoral dan amoral. Semua norma itu
mesti harus guru berikan ketika di kelas, di luar kelaspun sebaiknya guru
contohkan melalui sikap, tingkah laku dan perbuatan. Pendidikan dilakukan tidak
semata-mata dengan perkataan, tetapi sikap, tingkah laku dan perbuatan[4].
Tugas seorang guru memang berat dan banyak. Akan
tetapi semua tugas guru itu akan dikatakan berhasil apabila
ada perubahan tingkah laku dan
perbuatan pada anak didik ke arah yang lebih baik. Maka tentunya hal yang
paling mendasar ditanamkan adalah akhlak. Karena jika pendidikan akhlak yang
baik dan berhasil ajarannya berdampak pada kerendahan hati dan perilaku yang
baik, baik terhadap sesama manusia, lingkungan dan yang paling pokok adalah
akhlak kepada Allah Swt. jika ini semua kita perhatikan maka tidak akan terjadi
kerusakan alam dan tatanan kehidupan.
Begitu penting peningkatan akhlak pada siswa, karena
salah satu faktor penyebab kegagalan pendidikan Islam selama ini karena anak
banyak yang kurang atau masih rendah akhlaknya. Hal ini karena kegagalan dalam
menanamkan dan membina akhlak. Tidak dapat dipungkiri, bahwa munculnya
tawuran, konflik dan kekerasan lainnya merupakan cermin ketidak berdayaan sistem pendidikan ini, khususnya akhlak.
Ketidak berdayaan sistem pendidikan agama di Indonesia karena pendidikan agama
Islam selama ini hanya menekankan kepada proses pentransferan ilmu kepada siswa
saja, belum pada proses transformasi nilai-nilai luhur keagamaan kepada siswa,
untuk membimbingnya agar menjadi manusia yang berkepribadian kuat dan berakhlak
mulia[5].
Begitu rumit dan susah mengajarkan dan membina akhlak
pada siswa, sampai-sampai banyak kalangan menilai bahwa kegagalan pendidikan
Islam di Indonesia disebabkan kelalaian guru PAI dalam mendidik akhlak. Maka
dari itu perlu upaya dan upaya yang tepat untuk membina akhlak di samping
proses dalam belajar.
Melihat fenomena yang muncul pada siswa sekarang ini
adalah kurangnya kesaradaran siswa untuk berprilaku baik, atau berakhlak baik
kepada orang, guru dan teman mereka sendiri. Seperti ketika masuk kelas siswa
pada umumnya tidak mengucapkan salam lagi, padahal mereka sudah tahu fungsi dan
kegunaan salam. Kemudian saat bertemu dengan guru, siswa masih banyak yang
tidak menyapa apalagi sampai berjabat tangan dengan guru, sudah berani
membantah guru dan lain sebagainya.
Tentu hal ini tidak terlepas dari banyak faktor,
seperti tontonan yang ada di televisi, lingkungan pergaulan, dan lain
sebagainya. Maka untuk mengatasi dan membina akhlak seperti ini yang semula
mereka sudah miliki, maka perlu upaya dari seorang guru terutama guru
Pendidikan Agama Islam.
Bertitik
tolak dari hal tersebut penulis mencoba untuk mengadakan penelitian yang
hasilnya akan dituangkan dalam skripsi yang berjudul: “ UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN
AKHLAQUL KARIMAH “ (STUDY TENTANG UPAYA
GURU DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (7- 12 TAHUN)
DI MI ISLAMIYAH SUMBER AGUNG KECAMATAN LEMPUING KABUPATEN OKI )”. Dengan
alasan sebagai berikut :
1. Pentingnya masalah tersebut untuk di
teliti karena akan membantu pelaksanaan proses belajar mengajar yang lebih
efektif.
2. Dapat mendidik
anak usia sekolah dasar untuk berbuat akhlakul karimah dalam kehidupan
sehari-hari.
3. Dengan memiliki
akhalkul karimah siswa mampu menjaga dari berbuat tidak terpuji.
Dengan demikian maksud dari judul di
atas adalah suatu penelitian tentang bagaimana kompetensi seorang guru dalam
menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif, menarik minat dan perhatian
siswa serta bagaimana : “ Upaya Guru Dalam Meningkatkan
Akhlaqul Karimah “
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas yang
membahas , dapat di identifikasi sebaai berikut :
1.
Pentingnya Upaya Guru pendidikan agama islam dalam
membentuk akhlakul karimah siswa.
2.
Pengaruh media terhadap
kegiatan belajar mengajar dalam pembentukan akhlakul karimah pada anak Usia 7 –
12 tahun di MI Islamiyah Sumber Agung.
3.
Kondisi anak-anak usia 7-12
tahun khususnya di MI Islamiyah Sumber Agung
C. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Untuk mempermudah dalam penelitian dan pembahasan,
maka penulis membatasi masalah hanya pada
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah ( Study Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan
Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar
(7- 12 Tahun) Di Mi Islamiyah
Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI ) sedangkan fakta-fakta lainya yang tidak ada kaitanya penulis tidak
mengungkapkan dan tidak membahasnya.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang penulis kemukakan di atas, maka yang menjadi topik
permasalahan ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Bagaimana Upaya
Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah ( Study Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan
Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar
(7- 12 Tahun) Di Mi Islamiyah
Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI)
b.
Upaya apa yang di lakukan
Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia
Sekolah Dasar (7- 12 Tahun) Di Mi Islamiyah Sumber Agung Kecamatan
Lempuing Kabupaten OKI)
D.
Tujuan Penelitian dan Signifikansi Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian
ini secara umum bertujuan untuk menggali informasi tentang Upaya
Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah ( Study Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan
Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar
(7- 12 Tahun) Di Mi Islamiyah
Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI
). yaitu sebagai berikut:
a. Untuk
mengetahui bagaimana Upaya Guru Dalam Meningkatkan
Akhlaqul Karimah (Study Tentang Upaya
Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar (7- 12 Tahun)
Di Mi Islamiyah Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI)
b. Untuk
mengetahui Upaya apa yang di lakukan Guru Pendidikan Agama
Islam Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar (7- 12 Tahun)
Di Mi Islamiyah Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI)
2.
Signifikasi Penelitian
Dari
hasil penelitian, diharapkan nantinya dapat berguna, yaitu sebagai berikut:
a. Sebagai bahan informasi dari
berbagai pihak, khususnya Madrasah yang bersangkutan, masyarakat dan
pemerintah.
b. Sebagai masukan baik bagi dewan guru
maupun bagi penentu kebijakan dalam pendidikan di Madrasah
E.
Sistematika Penulisan
Dengan
penelitian ini penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB
I : Pendahuluan membahas tentang latar belakang masalah, identifikasi, Pembatasan
dan perumusan masalah, tujuan dan signifikasi penelitian, dan sistematika
penulisan.
BAB
II : Landasan Teori Penelitian, Membahas tentang : Deskripsi Teori, Kerangka
Berfikir dan Hipotesis.
BAB
III : Kerangka Metodologis membahas tentang : Metode Penelitian, Populasi,
Sampel, Tehnik Penarikan Sampel, Instrumentasi Penelitian, Tehnik Pengumpulan
data dan tehnik Analisis data.
BAB
IV : Hasil Penelitian membahas tentang Deskripsi daerah/instansi, deskripsi
karakteristik responden, penyajian analisis data dan interprestasi hasil
penelitian.
BAB
V : Penutup membahas tentang kesimpulan dan rekomendasi.
author by : anur
[2] Toto Suharto. dkk, Rekontruksi
dan Modernisasi Lembaga Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Global Pustaka
Utama, 2005), hlm. 101
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
skripsi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)












0 komentar:
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Disini