Ad 468 X 60

2016-05-10

Widgets

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH “ (STUDY TENTANG UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (7- 12 TAHUN)



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lainnya. Manusia diberikan kelebihan oleh Allah berupa akal dan pikiran. Akal tidak akan berkembang tanpa adanya proses berpikir. Dan proses berpikir tidak akan berkembang tanpa adanya proses pendidikan dan pembelajaran serta pengalaman.
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia, yang dapat mengembangkan potensi baik secara jasmani dan rohani. Dari proses pendidikan yang dijalankan maka akan membawa manusia itu kepada berpikir yang kritis, global dan mandiri. Kemajuan dan perkembangan dunia sekarang ini tidak dapat dipungkiri lagi merupakan manifestasi dari cipta, rasa dan karsa umat manusia yang diperoleh dari proses pembelajaran dan pendidikan.
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami peserta didik baik ketika peserta didik berada disekolah maupun di lingkungan.[1].
Perkembangan masyarakat dari waktu ke waktu terus menerus berubah. Kita sebagai bagian dari masyarakat dunia tersebut, mau tidak mau dipaksa untuk ikut dalam perubahan itu. Sekarang ini arus globalisasi dan informasi telah merubah wajah dunia semakin indah dan berkembang. Era ini ditandai dengan kemampuan menguasai dan mendayagunakan arus informasi, bersaing secara terus menerus dalam belajar dan menguasai kemampuan menggunakan berbagai teknologi[2].
Perkembangan terjadi di segala bidang baik dalam tatanan sosial, ekonomi, budaya, teknologi, kedokteran dan lain sebagainya, sesungguhnya merupaka hasil dari proses pendidikan dan pengajaran yang didapat dari sekolah. Akan tetapi sehubungan dengan kemajuan yang ada, banyak juga penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di segala bidang kehidupan. Makanya ada hal yang terpenting untuk ditanamkan pada siswa ialah pondasi awal menanamkan dan membina akhlak sedini mungkin.
Selama ini bukannya tidak adanya pendidikan akhlak pada siswa, akan tetapi kurang berhasil. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang menjadi kendala, baik dari materi, metode, upaya, media dan faktor-faktor lainnya. Dengan kata lain proses pendidikan itu sendiri.
Secara keseluruhan pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling kokoh. Ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses yang dialami oleh siswa sebagai anak didik[3].
Selain itu tugas dan tanggung jawab guru adalah untuk memberikan sejumlah norma kepada anak didik agar tahu mana perbuatan yang susila dan asusila, mana perbuatan yang bermoral dan amoral. Semua norma itu mesti harus guru berikan ketika di kelas, di luar kelaspun sebaiknya guru contohkan melalui sikap, tingkah laku dan perbuatan. Pendidikan dilakukan tidak semata-mata dengan perkataan, tetapi sikap, tingkah laku dan perbuatan[4].
Tugas seorang guru memang berat dan banyak. Akan tetapi semua tugas guru itu akan dikatakan berhasil apabila ada perubahan tingkah laku dan perbuatan pada anak didik ke arah yang lebih baik. Maka tentunya hal yang paling mendasar ditanamkan adalah akhlak. Karena jika pendidikan akhlak yang baik dan berhasil ajarannya berdampak pada kerendahan hati dan perilaku yang baik, baik terhadap sesama manusia, lingkungan dan yang paling pokok adalah akhlak kepada Allah Swt. jika ini semua kita perhatikan maka tidak akan terjadi kerusakan alam dan tatanan kehidupan.
Begitu penting peningkatan akhlak pada siswa, karena salah satu faktor penyebab kegagalan pendidikan Islam selama ini karena anak banyak yang kurang atau masih rendah akhlaknya. Hal ini karena kegagalan dalam menanamkan dan membina akhlak. Tidak dapat dipungkiri, bahwa munculnya  tawuran, konflik dan kekerasan lainnya merupakan cermin ketidak berdayaan sistem pendidikan ini, khususnya akhlak. Ketidak berdayaan sistem pendidikan agama di Indonesia karena pendidikan agama Islam selama ini hanya menekankan kepada proses pentransferan ilmu kepada siswa saja, belum pada proses transformasi nilai-nilai luhur keagamaan kepada siswa, untuk membimbingnya agar menjadi manusia yang berkepribadian kuat dan berakhlak mulia[5].
Begitu rumit dan susah mengajarkan dan membina akhlak pada siswa, sampai-sampai banyak kalangan menilai bahwa kegagalan pendidikan Islam di Indonesia disebabkan kelalaian guru PAI dalam mendidik akhlak. Maka dari itu perlu upaya dan upaya yang tepat untuk membina akhlak di samping proses dalam belajar.
Melihat fenomena yang muncul pada siswa sekarang ini adalah kurangnya kesaradaran siswa untuk berprilaku baik, atau berakhlak baik kepada orang, guru dan teman mereka sendiri. Seperti ketika masuk kelas siswa pada umumnya tidak mengucapkan salam lagi, padahal mereka sudah tahu fungsi dan kegunaan salam. Kemudian saat bertemu dengan guru, siswa masih banyak yang tidak menyapa apalagi sampai berjabat tangan dengan guru, sudah berani membantah guru dan lain sebagainya.
Tentu hal ini tidak terlepas dari banyak faktor, seperti tontonan yang ada di televisi, lingkungan pergaulan, dan lain sebagainya. Maka untuk mengatasi dan membina akhlak seperti ini yang semula mereka sudah miliki, maka perlu upaya dari seorang guru terutama guru Pendidikan Agama Islam.
Bertitik tolak dari hal tersebut penulis mencoba untuk mengadakan penelitian yang hasilnya akan dituangkan dalam skripsi yang berjudul: “ UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH “ (STUDY  TENTANG UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR  (7- 12 TAHUN)  DI MI ISLAMIYAH SUMBER AGUNG KECAMATAN LEMPUING KABUPATEN OKI )”. Dengan alasan sebagai berikut :
1.      Pentingnya masalah tersebut untuk di teliti karena akan membantu pelaksanaan proses belajar mengajar yang lebih efektif.
2.      Dapat mendidik anak usia sekolah dasar untuk berbuat akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Dengan memiliki akhalkul karimah siswa mampu menjaga dari berbuat tidak terpuji.
Dengan demikian maksud dari judul di atas adalah suatu penelitian tentang bagaimana kompetensi seorang guru dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif, menarik minat dan perhatian siswa serta bagaimana : “ Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah “


B.    Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas yang membahas , dapat di identifikasi sebaai berikut :
1.      Pentingnya Upaya Guru pendidikan agama islam dalam membentuk akhlakul karimah siswa.
2.      Pengaruh media terhadap kegiatan belajar mengajar dalam pembentukan akhlakul karimah pada anak Usia 7 – 12 tahun di MI Islamiyah Sumber Agung.
3.      Kondisi anak-anak usia 7-12 tahun khususnya di MI Islamiyah Sumber Agung
C. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Untuk mempermudah dalam penelitian dan pembahasan, maka penulis membatasi masalah hanya pada Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah ( Study  Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar  (7- 12 Tahun)  Di Mi Islamiyah Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI ) sedangkan fakta-fakta lainya yang tidak ada kaitanya penulis tidak mengungkapkan dan tidak membahasnya.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan di atas, maka yang menjadi topik permasalahan ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.       Bagaimana  Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah ( Study  Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar  (7- 12 Tahun)  Di Mi Islamiyah Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI)
b.      Upaya apa yang di lakukan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar  (7- 12 Tahun)  Di Mi Islamiyah Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI)
D.    Tujuan Penelitian dan Signifikansi Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menggali informasi tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah ( Study  Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar  (7- 12 Tahun)  Di Mi Islamiyah Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI ).  yaitu sebagai berikut:
a.   Untuk mengetahui bagaimana Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah (Study  Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar  (7- 12 Tahun)  Di Mi Islamiyah Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI)
b.   Untuk mengetahui Upaya apa yang di lakukan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Akhlaqul Karimah Pada Anak Usia Sekolah Dasar  (7- 12 Tahun)  Di Mi Islamiyah Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI)
2. Signifikasi Penelitian
Dari hasil penelitian, diharapkan nantinya dapat berguna, yaitu sebagai berikut:
a.       Sebagai bahan informasi dari berbagai pihak, khususnya Madrasah yang bersangkutan, masyarakat dan pemerintah.
b.      Sebagai masukan baik bagi dewan guru maupun bagi penentu kebijakan dalam pendidikan di Madrasah
E.      Sistematika Penulisan
Dengan penelitian ini penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan membahas tentang latar belakang masalah, identifikasi, Pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan signifikasi penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II : Landasan Teori Penelitian, Membahas tentang : Deskripsi Teori, Kerangka Berfikir dan Hipotesis.
BAB III : Kerangka Metodologis membahas tentang : Metode Penelitian, Populasi, Sampel, Tehnik Penarikan Sampel, Instrumentasi Penelitian, Tehnik Pengumpulan data dan tehnik Analisis data.
BAB IV : Hasil Penelitian membahas tentang Deskripsi daerah/instansi, deskripsi karakteristik responden, penyajian analisis data dan interprestasi hasil penelitian.
BAB V : Penutup membahas tentang kesimpulan dan rekomendasi.

author by : anur


[1] Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, Jakarta , Raja Grafindo Persada, 2004, hlm. 63
[2] Toto Suharto. dkk, Rekontruksi dan Modernisasi Lembaga Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Global Pustaka Utama, 2005), hlm. 101
[3] Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), hlm. 1

[4] Ibid., hlm. 35
[5] Toto Suharto, Loc Cit, hlm. 169

SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 komentar:

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Disini